|
Presiden meminta kapal keruk ditambahkan |
|
Ditulis Oleh dad
|
|
Kamis, 25 Oktober 2007 |
|
Sidoarjo- Semakin tebalnya sedimentasi di kali Porong sebagai dampak pembuangan lumpur dari saluran pelimpah Spillway, Presiden meminta agar penambahan operasional kapal keruk ditambahkan
Hal ini disampaikan oleh Djoko Kirmanto Ketua dewan pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) setelah pemaparan kondisi terakhir luapan lumpur Sidoarjo di ruang VIP Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan Presiden SBY.(25/10/2007)
Menurut DJOKO, Presiden setuju dengan worst case scenario yang dipaparkan BPLS yaitu pembuangan lumpur ke laut lewat Kali Porong. Untuk melancarkan aliran Kali Porong yang terganggu oleh sedimentasi lumpur akan ditambah lagi 3 kapal keruk, satu dari Departeman ESDM, 2 dari Departeman PU.
Perlu diketahui bahwa kapal keruk yang saat ini beropera mengeruk endapan di kali Porong sebanyak 2 unit, sehingga untuk mengoptimalkan pengerukan agar aliran sungai kembali lancar maka perlu ditambahkan unit kapal keruk.
"Kapal keruk itu akan dioperasikan 4 unit di hulu Kali Porong dan 1 di hilir. Bila nanti terjadi sedimentasi di pembuangan lumpur kita harapkan 4 unit kapal keruk itu bisa mendorong lumpur ke hilir. Sementara di bagian hilir 1 unit akan mengelola lumpur supaya tidak terjadi penyumbatan Kali Porong," kata Djoko
|