|
BPLS optimis capai target Presiden |
|
Ditulis Oleh dad
|
|
Selasa, 21 Agustus 2007 |
Sidoarjo- Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo ( BPLS) Optimis mampu menyelesaikan masalah jual beli lahan dan bangunan dengan warga korban lumpur sesuai dengan target yang diinstruksikan Presiden untuk menyelesaikan 10000 bidang dalam jangka waktu 10 minggu yang dideadline 14 Sepetember 2007 nanti.
Hal ini diungkapkan Kepala BPLS, Sunarso pada saat jumpa pers yang dilakukan di kantor verifikasi BPLS siang tadi (20/08/2007), “ saya optimis bahwa perintah Presiden SBY dapat kami laksanakan, dengan catatan pemerintah, LBI dan masyarakat tulus, ikhlas, jujur dan bekerja keras dalam merealisasikan jual beli ini”, terang mayjen Sunarso. Didalam tugas untuk menyelesaikan masalah jual beli lahan dan bangunan dengan warga korban lumpur Sunarso menyatakan jika nilai penting yang dibutuhkan adalah kerjasama dan kejujuran dan tanpa itu kemungkinan penyelesain beban dan target kerja yang diberikan pemerintah tidak terselesaikan Sesuai deadline yang ditentukan pemerintah, proses jual-beli lahan dan bangunan terdampak lumpur panas harus tuntas pada 14 September 2007 mendatang. Nilai pembayaran transaksi jual-beli yang diberikan PT Minarak Lapindo Jaya sebesar 20% dari nilai transaksi secara keseluruhan.
Keoptimisan Sunarso didukung dengan keberhasilan menyelesaikan 5.355 berkas pengajuan dalam 7 minggu. Hal itu jauh lebih maju dibanding kinerja Timnas yang hanya mampu menyelesaikan berkas transaksi jual-beli lahan terdampak lumpur panas sebanyak 495 berkas selama 3 bulan.
Sedangkan untuk proses Verifikasi Yusuf Purnama, ketua tim verifikasi mengemukakan jika jumlah berkas lahan dan bangunan terdampak lumpur yang masuk sebanyak 8.809 berkas, dan jumlah yang suah diverifikasikan sebanyak 7.402 berkas dan sisanya masih dalam tahap Verifikasi
sehingga masih ada 1.407 berkas yang belum diverifikasi. "Ini kita kerjakan segera," tegasnya. Dari jumlah berkas yang masuk sebanyak itu, katanya, masih ada sekitar 1.500 berkas warga yang belum masuk. Yusuf meminta kepada warga korban luberan lumpur panas yang belum memasukkan berkas ke Tim Verifikasi untuk segera mengajukan. "Kita rencanakan akhir bulan Agustus 2007 semua berkas itu sudah masuk," ujarnya. Untuk rencana akan semua berkas masuk akhir Agustus bukan berarti Verifikasi akan selesai namun masih ada kelanjutannya, “ Verifikasi sampai akhir Agustus dalam artian Semua berkas yang sudah masuk pada bulan Agustus nantinya akan direlesasikan sampai batas akhir 14 September dan setelahnya akan tetap dilanjutkan”, ujar Soetjahjono Soetjitno, Deputi Sosial BPLS yang juga hadir dalam konfrensi pers yang diadakan di kantor Verifikasi BPLS siang tadi. Dengan demikian, Tim Verifikasi BPLS mampu menyelesaikan beban kerjanya sesuai deadline yang ditetapkan pemerintah. "Kita usahakan sebelum puasa semua berkas masuk telah diverifikasi," ujar Yusuf Purnama lagi. |