Rabu, 07 Januari 2009
Halaman Utama arrow Halaman Utama arrow Pers Rilis arrow Menerima Bansos, Warga Lega
Main Menu
Halaman Utama
UCAPAN TERIMA KASIH
Tentang MLJ
Lumpur Sidoarjo
Tanya Jawab
Kebijakan - Kebijakan
Produk MLJ
UNDANGAN REALISASI
Menerima Bansos, Warga Lega
Ditulis Oleh ty/ttk   
Jumat, 26 September 2008

SIDOARJO - Bantuan sosial (bansos) dibagikan kepada warga kemarin (25/9). Sebagian besar warga gembira dengan pencairan yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) itu. Sebab, sebelum pen­cairan, warga gundah karena tidak memiliki dana untuk menyambut Lebaran tahun ini.

Pembagian dilakukan di dua tempat. Yakni, Desa Besuki dan Kedungcangkring. Sedangkan jatah Pejarakan belum diberikan. Sebab, data warga yang masuk terlambat. Rinciannya, tiga RT di Desa Besuki dan dua RT di Desa Kedungcangkring. Pembagian dimulai sekitar pukul 14.00. Ada 299 kepala keluarga (KK) yang menerima bansos tersebut. Jumlah itu merupakan bagian dari 1.664  KK yang terdaftar berhak menerima bantuan tersebut.

 

Warga berjajar di pos BPLS. Mereka menunggu panggilan dari petugas. Mereka yang dipanggil diminta bertanda tangan sebelum menerima buku rekening dan ATM.

 

Kepala Desa Besuki Muhammad Shirot mengatakan, warga sudah lama menanti bantuan itu. Utamanya, mendekati perayaan Lebaran tahun ini. "Dengan bansos, warga merasa lega," ucapnya.

 

Kepala Pokja Bantuan Sosial Badan Penanggulangan Lumpur Sidaorjo (BPLS) Slamet Priambodo mengatakan, sebenarnya warga mendapat uang kontrak rumah se­lama 2 tahun dan jadup se­lama 6 bulan. Namun yang dianggarkan dalam APBD 2008 adalah uang kontrak rumah setahun, uang evakuasi dan jadup selama 3 bulan. "Untuk kontrak rumah yang setahun lagi dan jadup 3 bulan akan dianggarkan dalam APBD 2009. Untuk saat ini warga hanya menerima paket uang kontrak rumah setahun, jadup 3 bulan dan uang evakuasi,”papar Slamet yang ikut memantau pembagian bansos di Dusun Babatan, Desa Besuki, Kecamatan Jabon, kemarin.

 

Untuk keperluan bansos, pemerintah harus menyedia kan dana sekitar Rp6 miliar. Saat ini, warga yang belum didata bisa menyusul dalam memasukkan berkas untuk segera mendapat bansos. Slamet berharap, warga yang sudah menerima uang kontrak bisa segera mengontrak rumah.

 

Namun, itu semua tergantung dari warga karena rumah mereka masih bisa ditempati. Demikian pula jika nanti ganti rugi tanah dan bangunan sudah dilakukan, dia minta warga jangan membongkar bangunannya. "Kalau sudah dibeli oleh pemerintah, ya harusnya berwujud rumah apa adanya," ujarnya.

 

Warga dari tiga desa yang menerima bansos berasal dari 28 RT. Di Kedungcangkring ada 3 RT, Pejarakan 9 RT, dan Besuki 17 RT. Setelah pemba­yaran tergantung pihak bank kapan akan dicairkan. Na­mun, Slamet berharap sebelum Lebaran pembayaran bansos sudah diterima warga.

 

(Sumber JP, hal 41 & Radar, hal 16)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Maintained by
Telkominfo Indonesia