Rabu, 07 Januari 2009
Halaman Utama arrow Halaman Utama arrow Pers Rilis arrow BPLS Abaikan Tenggat Soal Normalisasi Kali Porong
Main Menu
Halaman Utama
UCAPAN TERIMA KASIH
Tentang MLJ
Lumpur Sidoarjo
Tanya Jawab
Kebijakan - Kebijakan
Produk MLJ
UNDANGAN REALISASI
BPLS Abaikan Tenggat Soal Normalisasi Kali Porong
Ditulis Oleh ty   
Senin, 13 Oktober 2008

Sidoarjo - Tenggat waktu dua minggu yang diberikan Bupati Win Hendrarso untuk normalisasi Kali Porong, sepertinya tak terpenuhi.

 

Pasalnya Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tidak mampu berbuat banyak. Pasalnya BPLS kesulitan mendatangkan alat berat ekskaponton. Ironisnya untuk mengantisipasi banjir bandang akibat endapan lumpur berlebihan di Kali Porong, BPLS hanya mengandalkan air hujan untuk menggelontor endapan lumpur. 

"Kalau untuk mengalirkan endapan lumpur kami menunggu air hujan," jelas Achmad Zulkarnain, Humas BPLS.

Adapun upaya yang dilakukan BPLS saat ini mengalirkan air dengan membuat alur air di bagian tengah Kali Porong. Yang sebelumnya BPLS telah membuat alur air tersebut di sisi Selatan Kali Porong.

Selain membuat alur air, lanjut Zulkarnain, sebuah kapal keruk saat ini tengah ditarik dari sekitar muara Kali Porong menuju lokasi endapan lumpur di sekitar Jembatan Tol Besuki. Menurutnya ada empat kapal keruk yang dioperasikan untuk mengurai lumpur di muara sungai.  "Kapal keruk itu tengah perjalanan menuju endapan lumpur," ujarnya.

Untuk penambahan ekskaponton, Zulkarnain mengaku kesulitan .  Karena saat musim kemarau seperti saat ini ekskaponton  tersebut cukup fungsional dalam melakukan normalisasi sungai. "Kami masih kesulitan mendatangkan ekskaponton, kami masih terus cari," tukasnya.

Wakil Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Tito Pradopo mengingatkan kondisi endapan lumpur Kali Porong saat ini sudah sangat parah.  "Ini sepertinya Kali Porong diuruk lumpur, sangat parah dan bisa menyebabkan banjir bandang," tegasnya.

Menurutnya jika tidak segera dibersihkan endapan lumpur tersebut, ia memastikan banjir bandang dipastikan akan melanda warga  yang tinggal di sekitar Kali Porong. "Kami akan meminta penjelasan  pada BPLS terkait hal ini," lanjut Ketua PDIP Sidoarjo ini.

Pantauan di lapangan alur air di Kali Porong saat ini tengah dikerjakan. Namun endapan lumpur yang diangkat oleh ekskaponton masih menumpuk disepanjang endapan lumpur hingga tampak berbukit-bukit.

"Kalau endapan lumpur itu tidak akan diangkat dan dibersihkan dari permukaan Kali Porong maka aliran air dari barat akan terhambat dan air akan tumpah," urai Sulkan Wariono anggota Pansus Lumpur lainnya.

(Surya; hal. 17)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Maintained by
Telkominfo Indonesia