Pasalnya Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tidak mampu berbuat banyak. Pasalnya BPLS kesulitan mendatangkan alat berat ekskaponton. Ironisnya untuk mengantisipasi banjir bandang akibat endapan lumpur berlebihan di Kali Porong, BPLS hanya mengandalkan air hujan untuk menggelontor endapan lumpur.
"Kalau untuk mengalirkan endapan lumpur kami menunggu air hujan," jelas Achmad Zulkarnain, Humas BPLS.
Adapun upaya yang dilakukan BPLS saat ini mengalirkan air dengan membuat alur air di bagian tengah Kali Porong. Yang sebelumnya BPLS telah membuat alur air tersebut di sisi Selatan Kali Porong.
Selain membuat alur air, lanjut Zulkarnain, sebuah kapal keruk saat ini tengah ditarik dari sekitar muara Kali Porong menuju lokasi endapan lumpur di sekitar Jembatan Tol Besuki. Menurutnya ada empat kapal keruk yang dioperasikan untuk mengurai lumpur di muara sungai. "Kapal keruk itu tengah perjalanan menuju endapan lumpur," ujarnya.
Untuk penambahan ekskaponton, Zulkarnain mengaku kesulitan . Karena saat musim kemarau seperti saat ini ekskaponton tersebut cukup fungsional dalam melakukan normalisasi sungai. "Kami masih kesulitan mendatangkan ekskaponton, kami masih terus cari," tukasnya.
Wakil Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Tito Pradopo mengingatkan kondisi endapan lumpur Kali Porong saat ini sudah sangat parah. "Ini sepertinya Kali Porong diuruk lumpur, sangat parah dan bisa menyebabkan banjir bandang," tegasnya.
Menurutnya jika tidak segera dibersihkan endapan lumpur tersebut, ia memastikan banjir bandang dipastikan akan melanda warga yang tinggal di sekitar Kali Porong. "Kami akan meminta penjelasan pada BPLS terkait hal ini," lanjut Ketua PDIP Sidoarjo ini.
Pantauan di lapangan alur air di Kali Porong saat ini tengah dikerjakan. Namun endapan lumpur yang diangkat oleh ekskaponton masih menumpuk disepanjang endapan lumpur hingga tampak berbukit-bukit.
"Kalau endapan lumpur itu tidak akan diangkat dan dibersihkan dari permukaan Kali Porong maka aliran air dari barat akan terhambat dan air akan tumpah," urai Sulkan Wariono anggota Pansus Lumpur lainnya.
(Surya; hal. 17)