Rabu, 07 Januari 2009
Halaman Utama arrow Halaman Utama arrow Pers Rilis arrow Relokasi Tol, Bendung Sungai Porong
Main Menu
Halaman Utama
UCAPAN TERIMA KASIH
Tentang MLJ
Lumpur Sidoarjo
Tanya Jawab
Kebijakan - Kebijakan
Produk MLJ
UNDANGAN REALISASI
Relokasi Tol, Bendung Sungai Porong
Ditulis Oleh ty   
Jumat, 17 Oktober 2008

Sidoarjo - Proyek relokasi infrastruktur jalan arteri Porong dinilai rawan Banjir. Sebab, pembangunannya menggunakan metode pengurukan yang menyebabkan lebih dari separuh aliran Kali Porong terhambat.

 

Terkait hal ini, kemarin Bupati Sidoarjo melakukan rapat dengan BPLS, pelaksana dan konsultan proyek , Balai Besar Sungai Brantas, PT Jasa Tirta, perwakilan DPRD Sidoarjo, dan Dinas Bina Marga dan DPU Pengairan.

Rapat tertutup itu ditujukan untuk mencari solusi agar kekhawatiran terjadinya banjir tidak sampai terjadi.

Wakil Ketua DPRD Jalaluddin Alham seusai rapat mengatakan, kekhawatiran terjadinya banjir itu dikarenakan Kali Porong yang dilalui pembangunan dibendung untuk memasang tiang jembatan.

"Pembangunan jembatan bisa berdampak timbulnya banjir akibat dibendungnya Kali Porong. Untuk itu kita minta jaminan bahwa proyek itu aman dari banjir," kata Jalaluddin.

Kepala DPU Pengairan Pemkab Sidoarjo, Setyo Basukiono menambahkan, pihaknya juga khawatir pembendungan Kali Porong itu mengakibatkan banjir. Namun ia mengaku telah berkordinasi dengan BPLS dan pihak lainnya.

Kepala Humas BPLS, Achmad Zulkarnain menjelaskan, proyek pembangunan jalan tol tersebut memang membendung Sungai Porong untuk pemasangan tiang jembatan. Ia menargetkan, sebelum musim hujan tiba, proyek tersebut selesai dikerjakan. Jika belum selesai, proyek tersebut akan ditunda.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Maintained by
Telkominfo Indonesia