Porong, Aksi warga menutup tanggul merupahkan kekecewaan warga terhadap pemerintah yang mana warga menuntut wilayahnya dianggarkan dalam RAPBN 2009 dan dimasukan dalam peta terdampak.
Ratusan warga desa Besuki Timur mengelar aksinya dibawah jembatan bekas tol.Mereka duduk-duduk sambil memanjatkan doa bersama. Aksi warga menutup akses tanggul dilakukan kemarin, (29/10) pukul 08.00 wib dengan meletakkan melintang pipa pembuangan sepanjang 12 meter. Akibatnya, truk pengangkut sirtu tidak bisa masuk ke lokasi penanggulan.
Melihat aksi warga membuat berang membuat aparat mengambil tindakan, sekitar 200 personel Polres Sidoarjo dibawah pimpinan Kabagops AKP Leonardus Simarmata, aparat berupaya membubarkan massa. Alasanya menganggu kepentingan umum.
“Jika tidak segera membubarkan diri maka kami bubarkan paksa,” tegas Leonardus.S, Kabagops Polres Sidoarjo.
Namun, warga tetep tidak menghiraukan (berdoa bersama) hingga polisi wanita datang membubarkan mereka yang sebagian besar pendemo adalah ibu-ibu. Dua pipa yang melintang oleh aparat dipindahkan dengan menggunakan alat berat. Muhamamad Irsyad, warga desa besuki timur sangat menyesalkan tindakan aparat karena warga sedang memperjuangkan nasibnya, meraka (aparat,red) malahan menghalang-halangi.
Sementara itu sebagian warga mencemaskan naiknya permukaan sungai Porong akibat hujan yang turun pada hari selasa (28/10)/ tingginya permukaan air sungai Porong mencapai 4,2 meter uang semula mencapai 3,7 meter.