Rabu, 07 Januari 2009
Halaman Utama arrow Halaman Utama arrow Pers Rilis arrow Tanggul Renokenongo Tidak Mampu Tampung Air Lumpur
Main Menu
Halaman Utama
UCAPAN TERIMA KASIH
Tentang MLJ
Lumpur Sidoarjo
Tanya Jawab
Kebijakan - Kebijakan
Produk MLJ
UNDANGAN REALISASI
Tanggul Renokenongo Tidak Mampu Tampung Air Lumpur
Ditulis Oleh dad   
Rabu, 19 November 2008

Sidoarjo – Tanggul yang tengah digarap BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) di Desa Renokenongo tidak mampu menahan air hujan akibatnya genangan air dari kolam Renokenongo meluber ke kawasan Glagaharum.

Penyebab melubernya air ke kawasan Desa Glagah arum karena tanggul yang digarap BPLS belum tuntas karena adanya hadangan warga Desa Renokenongo yang masih tinggal di Pasar Baru Porong meminta menghentikan upaya penanggulan.

“Gimana lagi, warga meminta agar upaya penanggulan dihentikan,” terang Achmad Zulkarnaen, Humas BPLS.

Air dari kolam penampungan di Desa Renokenongo mengalir deras di dua titik, dan salah satunya menyebabkan tanggul longsor, air sudah memasuki kawasan kampong Risen Desa Glagah arum.

Sebagaian warga Desa Glagaharum mengemasi barang-barangnya untuk evakuasi karena mereka takut kawasan mereka terkena dampak lumpur bilamana tanggul terluar jebol.

“yang menggenangi sekarang airnya, pasti tidak lama lagi lumpurnya,” Pungkas Solikin warga Desa Glagaharum.

Dari pantauan lapangan, tinggi air di kolam reno menyamai tinggi permukaan di sepanjang tanggul.

Untuk mengatasi volume air yang tinggi di kolam penampungan Lumpur di Renokenongo, BPLS mengupayakan mengerahkan 6 unit pompa untuk menyedot air.

“Kita upayakan penyedotan air secara maksimal, agar air bisa berkurang signifikan dan tidak merusak tanggul yang kini masih berhenti penggarapannya,” ujar Izul sapaan Achmad Zulkarnaen.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Maintained by
Telkominfo Indonesia